BNI Tokyo mulai beroperasi sebagai Representative Office pada 1 Desember 1959 dan pada tahun 1968 status kantor perwakilan Tokyo ditingkatkan menjadi Kantor Cabang. Dengan berubahnya status menjadi Kantor Cabang, BNI Tokyo dapat memberikan layanan jasa dan produk perbankan.
Keberadaan BNI Tokyo diawali untuk mendukung perkembangan hubungan ekonomi antara Jepang dan Indonesia dengan skim Government to Government (G to G). Namun saat ini BNI Tokyo menjalankan operasi sebagaimana lazimnya bank komersial lainnya. Peran BNI Tokyo tidak terlepas dari sebagai salah satu jaringan Internasional BNI dalam memberikan layanan menyeluruh kepada Nasabah BNI.
Di samping melayani Perusahaan Jepang, BNI Tokyo juga berperan aktif memberikan layanan kepada masyarakat Indonesia di Jepang dengan layanan kiriman uang ke Indonesia. Layanan kiriman uang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia yang berdomisili di Jepang. Layanan kiriman uang ini dikenal dengan SMART REMITTANCE, di mana nasabah dapat melakukan kiriman uang ke Indonesia dengan berbagai alternative kemudahan antara lain dengan datang langsung ke BNI Tokyo, memanfaatkan genkin kakitome, memanfaatkan mesin ATM bank-bank Jepang, serta menggunakan layanan transfer domestic dan transfer melalui internet banking yang dimiliki oleh bank-bank Jepang. Dalam melayanani keperluan kiriman uang, Anda akan dilayani oleh staf-staf BNI Tokyo yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik.
TENTANG BNI
Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional. Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.
Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional. Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai ‘BNI 46′.
Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat - ‘Bank BNI’ - ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988. Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996. Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.
Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan ‘Bank BNI’ dipersingkat menjadi ‘BNI’, sedangkan tahun pendirian - ‘46′ - digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.
Saat ini BNI beroperasi melayani kebutuhan perbankan nasabah korporat dan perorangan melalui 971 kantor layanan dalam negeri, 5 kantor layanan luar negeri, 2500 mesin ATM, 10.000 mesin Point of Sales di lebih dari 6000 merchant, fasilitas internet banking, fasilitas SMS banking, fasilitas Phone banking, dan fasilitas mobile banking. BNI juga merupakan anggota jaringan lokal ATM Bersama dan ATM Link serta jaringan ATM internasional MasterCard Cirrus dan Visa Plus. Agar dapat selalu memberikan layanan prima kepada nasabah, BNI melengkapi diri dengan infrastruktur IT yang moderen dan terkini serta didukung oleh sumberdaya manusia yang professional.






